Beberapa Fakta Menarik Seputar Ajang Balap Motor Paling Bergengsi Dunia, MotoGP

BERKAHPOKER Bagi seorang pebalap MotoGP, melaju dengan kecepatan tinggi merupakan tuntutan yang harus dilakukan. Persaingan ketat ketika di sirkuit menjadi salah satu ajang pertaruhan nyawa bagi para pebalap.

Hal itu disebabkan karena pembalap MotoGP harus menancap gas melebihi batas normal ketika balapan sedang berlangsung. Rata-rata kecepatan pembalap MotoGP bisa menembus angka 185 km/jam ketika melaju di lintasan.

Selain itu, jumlah roda pada motor pun bisa meningkatkan resiko terjatuh ketika balapan berlangsung. Meski begitu, hal ini yang menjadi daya tarik tersendiri bagi para pebalap di MotoGP dan penggemarnya yang tersebar di seantero dunia.

1. Bobot motor melebihi anak gajah

Motor adalah senjata utama para pebalap MotoGP saat sedang berperang. Tak hanya mesin motor, berbagai teknologi canggih lainnya juga dipasang di setiap motor para pebalap untuk meningkatkan performa dan kecepatan motor itu sendiri.

Namun, pemasangan teknologi tersebut membuat motor pebalap memiliki bobot yang semakin berat. Diketahui, bobot sebuah motor MotoGP bisa mencapai 160 kg.

Bobot tersebut ternyata melebihi berat rata-rata anak gajah Sumatera yang hanya 40-80 kg saja ketika dilahirkan sang induk. Jelas, bobot motor yang berat tersebut semakin meningkatkan resiko pebalap MotoGP ketika terjatuh.

2. Memakai pelindung melebihi Iron Man

Resiko kehilangan nyawa pada balapan MotoGP membuat berbagai perusahaan motor berusaha meningkatkan perlindungan terhadap para pebalapnya. Hal itu juga dapat dilihat dari pelindung yang digunakan para pebalap MotoGP.

Jika dilihat lebih detail, pelindung yang digunakan pebalap MotoGP ini bak melebihi peralatan kostum karakter superhero Iron Man. Seperti yang kita ketahui, Iron Man tidak memilikiĀ airbagĀ pada pelindungnya. Bahkan, Iron Man juga tidak memiliki selang air untuk minum.

3. Pebalap mengeluarkan 10 gelas keringat

Pelindung yang digunakan ketika balapan membuat para pebalap MotoGP harus bergelut dengan hawa panas di setiap seri balapan. Kondisi balapan yang memerlukan kerja fisik dan otak ini pun bisa terbilang sama beratnya dengan cabang olahraga lainnya. AGEN POKER TERPERCAYA

Kondisi geografis sirkuit pun turut menjadi beban berlebih ketika balapan sedang berlangsung. Hal itulah yang membuat pebalap bisa mengeluarkan 10 gelas keringat setiap kali mereka balapan.

4. Tidak memiliki rasa takut

Setiap pebalap dituntut untuk bisa menghilangkan rasa takutnya, terutama rasa trauma. Hal itu disebabkan karena pebalap memiliki kemungkinan besar untuk mengalami kecelakaan saat balapan berlangsung.

5. Menghabiskan waktu di luar negeri

Para pebalap MotoGP mengabiskan waktunya dengan sesi latihan dan babak kualifikasi sekaligus balapan inti. Para pebalap ini berada di luar negeri secara full selama sekitar 180 hari setiap tahunnya. Tuntutan pekerjaan yang dilakukan para pebalap MotoGP membuat mereka harus mengadukan nasib dengan nyawa mereka dari berbagai belahan dunia ke belahan dunia yang lain. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *