Momen Paling Kontroversial Dari Michael Schumacher Di Formula 1

BERKAHPOKER Michael Schumacher merupakan legenda Formula 1 dengan raihan tujuh gelar juara dunia miliknya. Namun, hal tersebut tak membuatnya lepas dari beragam kontroversi. Sepanjang kariernya, memang berbagai kontroversi sering kali menghampiri pembalap asal Jerman ini.

Bahkan, beberapa kali hingga mengakibatkan ia dan rivalnya kehilangan gelar juara dunia. Persaingan panas Schumacher dengan pembalap lain seperti Damon Hill, Jacques Villeneuve, Mika Hakkinen, hingga Fernando Alonso juga semakin memperpanas situasi. Berikut lima momen paling kontroversial dari Michael Schumacher.

1. GP Australia 1994

Menjelang seri pamungkas di sirkuit Adelaide, Australia, Schumacher yang membela Benetton hanya unggul satu poin saja dari pembalap Williams, Damon Hill. Schumacher sebenarnya memulai balapan dengan cukup baik dan memimpin hingga lap ke-34. Namun, pada lap selanjutnya ia menabrak dinding dan menyebabkan kerusakan pada mobilnya. Hal itupun langsung dimanfaatkan Hill untuk mengejarnya.

Ketika Hill berhasil mendekat, Schumacher memotong jalurnya dan menyebabkan mereka bertabrakan. Keduanya pun tak dapat melanjutkan balapan, sehingga gelar juara menjadi milik Schumacher. Namun, semua orang mengkritik kelakuan Schumacher yang menutup jalur Hill dan menyebutnya tak punya sikap sportif.

2. GP Eropa 1997

Sama seperti di musim 1994, kali ini pada seri penutup di sirkuit Jerez. Schumacher yang kali ini membela Ferrari unggul satu poin dari pembalap Williams, Jacques Villeneuve. Memimpin jalannya lomba, akhirnya Schumacher berhasil dikejar Villeneuve pada lap ke-48.

Meskipun pada akhirnya finis di posisi ketiga akibat disalip duo McLaren, Mika Hakkinen dan David Coulthard, namun itu semua sudah cukup untuk membuatnya menyabet gelar juara dunia. Schumacher pun didiskualifikasi dari kejuaraan musim 1997 oleh FIA akibat perbuatannya tersebut.

3. GP Monaco 2006

Pada musim 2006, Michael Schumacher menghadapi persaingan sengit dari Fernando Alonso dalam perebutan gelar juara dunia. Memasuki GP Monaco yang terkenal sulit dalam melewati pembalap lain, maka sesi kualifikasi menjadi sangat penting untuk mengamankan kemenangan. Hal itulah yang coba dilakukan Schumacher pada saat itu. AGEN POKER TERPERCAYA

4. Penggunaan traction control system ilegal pada musim 1994

Pada musim 1994, Benetton memunculkan kontroversi besar akibat penggunaan traction control system ilegal yang memberikan keuntungan besar pada timnya dengan lebih cepat saat melakukan pit stop. Hal itu diketahui pada GP Brazil, saat itu Ayrton Senna yang memimpin balapan memasuki pit stop lebih dulu diikuti oleh Schumacher.

5. GP Belgia 2000

Schumacher memimpin dari lap ke-13 hingga 34, namun ban yang mulai habis membuat Hakkinen kian mendekat. Pada lap ke-40, Hakkinen mempunyai kesempatan menyalip Schumacher, namun pembalap Jerman itu melakukan blok yang berbahaya sehingga membuat Hakkinen menyentuh rumput pada kecepatan 300 km/jam, dan mengakibatkan kerusakan kecil pada mobilnya. AGEN POKER ONLINE

By ichigo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *